Stoppie

March 1st, 2007 by g-and-ox

Melakukan “Stoppie

 

Atraksi anak muda zaman sekarang. Bukan tepuk
tangan yang didapatkan malah-malah tonjokan dari pengemudi dibelakang bila
salah penempatan. Stoppie ato orang bule menyebut dengan “Endo” adalah
salah satu gaya bebas dalam cabang olah raga motor sport. Dilakukan dengan cara
mengerem roda depan secara ekstrim sehingga roda belakang terangkat keatas.

Stoppiedepan_3

Sekilas hal ini mudah untuk dilakukan, tetapi
silakan saja dicoba. Kalo emang loe semua sudah pada bisa, ditunggu deh
pendaftarannya dalam ajang freestyle contest yang sering diadakan di kota
Djogjakarta kita tercinta ini.

Gaya stoppie tidak hanya melulu pada mengangkatnya
roda belakang saja tetapi bisa juga dilakukan dengan variasi sambil berjalan
roda belakang mengambang
ato sering para rider menyebut dengan “Rolling
Stoppie
.” Dari arti katanya saja kita sudah bisa menebak bahwa rolling
stoppie ialah dengan melakukan stoppie roda depan kita menggelincir berjalan maju.
Idealnya sih jarak rolling stoppie yaaa minim 30 meter.

Naah bagi temen-temen yang pada demen melakukan
aksi nunggang motor gila-gila’an, salam deh. Buat cowok, hari gini tidak bisa
stoppie..!!

Ater-ater Apa’an Sih..??

November 24th, 2006 by g-and-ox

SISTEM “ATER-ATER” MERUPAKAN
TRADISI

SIBERNETIKA YANG SANGAT
EFEKTIF DI PEDESAAN

 

Oleh: Desem Ashari (penulis adalah mahasiswa
Jurusan

Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta,

peserta mata kuliah Teori Komunikasi tahun
2006/2007)

 

 

Dalam masyarakat desa di Jogjakarta dikenal dengan
istilah ater-ater yang berarti sebuah undangan. Bagi orang yang akan mempunyai
hajat tentu saja akan mengundang masyarakat yang hidup disekitarnya. Karena
masyarakat Jawa menganut paham bahwa sesuatu itu harus ada ucapannya
(ijab-qobul), maka diutuslah seseorang untuk mendatangi rumah per rumah orang
yang diundang dalam hajatan tersebut.

Datangnya
sang utusan tersebut dari rumah ke rumah inilah yang disebut dengan proses
ater-ater. Sang utusan mengatakan maksud kedatangannya bahwa dirinya diutus
pemilik hajat untuk mengundang pemilik rumah datang ke acara tersebut.

Dalam tradisi sibernetika sebuah informasi akan
lebih banyak tersampaikan apabila mengalami sedikit hambatan didalam proses
penyampaiannya. Ide dari proses penyampaian informasi ini dibangun oleh seorang
ilmuwan peneliti perusahaan telepon bernama Claude Shannon. Dia menggambarkan
model dari komunikasi dengan:

 

Untitled1_1



Tujuan dari Model Komunikasi ini adalah untuk mendapatkan hasil semaksimal
mungkin dengan gangguan yang seminimal mungkin, karena fungsi utama dari teori
informasi adalah untuk memaksimalkan suatu sistem didalam membawa jumlah
informasi.

Jika dilihat dari teori
tersebut maka sistem ater-ater merupakan sebuah sistem yang sangat efektif
berdasarkan tradisi sibernetika didalam teori komunikasi. Orang yang dirasa
tidak perlu hadir di suatu acara maka dirinya tidak akan hadir pada acara
tersebut karena si pemilik acara tidak mengutus sang ater-ater datang
kerumahnya.

Hal seperti ini akan
sangat terasa jika dibandingkan dengan sebuah pengumuman yang disiarkan melalui
pengeras suara di kampung-kampung. Meskipun sebenarnya dizaman yang sudah
modern ini banyak orang yang sudah menggunakan handphone sebagai media suatu
undangan, tetapi masih banyak juga masyarakat di Jogjakarta yang tetap memakai
budaya ater-ater ini.

Ponsel Dalam Komunikasi Massa

November 17th, 2006 by g-and-ox

PONSEL, CIPTAAN MANUSIA YANG

KINI MENCIPTAKAN MANUSIA

Oleh: Desem Ashari (penulis adalah mahasiswa Jurusan

Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,

peserta mata kuliah Komunikasi Massa tahun 2006/2007)

Teknologi pertelekomunikasian semakin maju pesat sejak ditemukannya telepon seluler yang disingkat ponsel atau lebih dikenal dikalangan masyarakat sebagai hp (handphone). Tujuan dari diciptakannya sebuah ponsel yaitu untuk memperlancar proses telekomuikasi karena kita dapat berkomunikasi dimanapun kita berada hanya dengan menggunakan telepon tanpa kabel ini. Tapi sekarang fungsi itu telah berubah.

Banyak orang yang merasa kurang percaya diri bila tidak membawa ponsel meskipun sebenarnya kebutuhan berkomunikasi mereka belum sampai pada tahap membutuhkan telepon genggam. Dampak dari gaya hidup seperti inipun berpengaruh besar pada tradisi surat menyurat yang kini telah tergeser menjadi pesan singkat yang langsung dapat diterima begitu sang pengirim mengirimkan pesannya atau lebih dikenal dengan fasilitas sms (short message service).

McLuhan sangat terkenal dengan Media Map Histori-nya yang membagi era manusia menjadi empat periode yaitu Tribal Age, Literate Age, Print Age, dan Electronic Age mengatakan bahwa “we shape our tools and they in turn shape us” inti dari teori bagaimana sebuah teknologi menentukan sesuatu. Menurut McLuhan penemuan dalam teknologi selalu membawa perubahan dalam budaya.

Sesuai dengan teori tersebut bahwa pergeseran fungsi dan perubahan budaya masyarakat karena keberadaan ponsel sangat terasa sekali di Indonesia. Kini ponsel telah membuat sebagian besar masyarakat Indonesia rela mengeluarkan sejumlah uang yang bisa dibilang cukup banyak hanya untuk sebuah telepon genggam daripada untuk mencukupi kebutuhan hidup yang lainya. Di Indonesia sampai terdapat penyalur resmi ponsel Vertu yang notabene hanya dapat untuk tilpun dan sms dengan harga ponsel paling murah Rp 45 juta. Dikalangan masyarakat kelas menengah kebawah pun juga demikian. Anak seorang pembantu rumah tangga dosen saya pun sampai minta dibelikan handphone berkamera kepada orangtuanya. Tidak heran jika Indonesia merupakan negara konsumen terbesar produk handphone bermerk Nokia; mungkin juga merk-merk lainnya.

Kini sudah jarang seorang cowok yang kecele pada saat dia apel kerumah pacarnya karena pacarnya tidak berada dirumah; tentu saja cowok tersebut sudah meng-sms duluan pacarnya sebelum dia berangkat kerumahnya. Sebuah barang yang diciptakan oleh manusia untuk mempermudah proses telekomunikasi kini sudah berbalik membentuk manusia-manusia modern yang pola hidupnya sangat terpengaruh oleh barang tersebut. Pernahkah anda merasa seakan-akan kehilangan separuh dari nyawa anda jika sehari saja anda tidak membawa ponsel?

Resume Communication Works chapter two

April 12th, 2006 by g-and-ox

Komunikasi
dalam Keanekaragaman

Masyarakat
dan Dunia

Sebagian orang berfikir bahwa perbedaan tingkat pendidikan
memperbesar perbedaan kita dan menciptakan konflik, tetapi bagi
sebagian orang hal ini juga dapat mengurangi ketegangan dan
menghargai perbedaan. Apapun prinsip kita pada intinya bahwa kita
harus mampu untuk berbicara tentang perbedaan yang berorientasi ke
globalisasi dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi budaya.

Persiapan Untuk Berkomunikasi Lintas Budaya

Terdapat beberapa pernyataan yang apabila kita mengakui kebenarannya
dengan jujur, maka semakin siap kita memperkaya area komunikasi kita
dengan menerima masyarakat dari berbagai budaya. Contoh pernyataan
tersebut :

  • Senang
    berkomunikasi dengan orang yang berbeda

  • Sensitif
    kepada semua kelompok didalam keanekaragaman budaya

  • Mengakui
    bahwa orang lain tidak paham dan merasa dibingungkan dengan
    komunikasi kita

Akibat dari Kesalahpahaman Budaya

Terdapat
beberapa dampak apabila komunikator gagal dalam berkomunikasi lintas
budaya. Contoh :

  • Mc.
    Donald’s bermasalah dengan muslim ketika Mc. Donald’s menuliskan
    huruf Arab pada bungkus hamburgernya. Hal seperti ini seharusnya
    dapat dicegah apabila Mc. Donald’s lebih sensitif dan waspada.

  • Di
    Jepang memberikan kartu nama merupakan suatu pengenalan lebih lanjut
    tetapi di Amerika merupakan suatu formalitas didalam bisnis atau
    sebuah kesenangan. Jadi Amerika sama saja dengan menghina Jepang
    yang sangat waspada didalam mengeluarkan kartu nama.

Mengartikan
Komunikasi Antar Budaya dan sub. Budaya

Meskipun
keanekaragaman budaya mempengaruhi dasar dari komunikasi, disini
komunikasi antar budaya mulai menampakkan kerjanya. Intinya disini
kita adalah berbagi arti dengan orang yang berasal dari budaya yang
lain.

Budaya dan
sub. Budaya

Budaya
adalah sistem dari ilmu pengetahuan, kepercayaan, nilai, kebiasaan,
tingkah laku, dan peninggalan yang didapatkan, dibagi, dan digunakan
anggota selama kehidupan berlangsung. Sub. Budaya adalah sekelompok
orang yang berbeda etnis dan cara bernaasyarakat yang berasal dari
sistem induknya.

Budaya
Memberikan Petunjuk Terhadap Komunikasi

Apabila
kita berinteraksi dengan orang yang berbeda nilai dan etika
berperilaku, hal pertama yang harus kita lakukan adalah menerima hal
tersebut. Apabila kita menganggap bahwa budaya kita merupakan budaya
yang terbaik daripada budaya mereka maka hal seperti ini disebut
dengan etnosentrisme. Begitupula sebaliknya apabila kita
menganggap bahwa budaya mereka sama nilainya dengan budaya kita maka
hal ini disebut dengan relativisme kebudayaan.

 

Melihat
Gambaran Demografis : Perbedaan menjadi Fokus

Pembangunan
yang kian berlanjut didalam teknologi dan penerapannya didalam
keadaan sesungguhnya pada hakekatnya sangat mempengaruhi interaksi
kita. Seperti halnya di Amerika bahwa kesempatan berinteraksi antar
daerah sangatlah terbuka luas. Hal ini dikarenakan Amerika telah
memajukan teknologi dan perhubungan transportasinya.

Hal yang Seharusnya didalam Komunikasi Antar Budaya : Mengurangi
Perbedaan dari Orang yang Berbeda

Fakta
bahwasanya orang itu terkadang malas dan tidak bersungguh-sungguh
didalam memahami bagaimana mereka berbeda dengan orang lain. Ini
terjadi karena mereka beranggapan bahwa tidak akan hidup ataupun
berkomunikasi dengan orang lain. Untuk menanggulangi hal semacam ini
kita harus memperdalam ilmu pengetahuan kita bahwa sejauh mana
sensitifitas kebudayaan kita akan berpengaruh positif pada kompetensi
komunikasi kita.

Melihat
Lebih Dalam Tentang Perbedaan Kebudayaan

Selalu saja ada perbedaan pendapat yang muncul dari suatu perbedaan.
Seperti halnya sifat individualisme dan kolektivisme. Keduanya
berbeda tujuan dimana individualis hanya mementingkan kepentingan
pribadi dan kolektivis lebih cenderung kepada kelompok. Hal lain
adalah bahwa kebudayaan minoritas memiliki kekuatan lebih
dibandingkan mayoritas dengan kekuatan yang seharusnya digunakan
apabila ada keabsahan.

Teknologi
dan Komunikasi Antar Budaya

Teknologi dan jaringan internet benar-benar telah mengubah definisi
dari komunikasi yang konon sangat tradisional menjadi modern.
Internet, menjadi alat penghubung virtual bagi seluruh umat manusia
yang mengaksesnya. Tentu saja dari kesekian jumlah manusia yang
memanfaatkan internet ini memiliki kebudayaan yang berbeda-beda.

Bagaimana
Untuk Meningkatkan Kemampuan Untuk Berkomunikasi Antar Kebudayaan

Memiliki
kemauan untuk terlibat lebih efektif dengan orang dari kebudayaan
yang berbeda merupakan hal yang paling mendasar didalam meningkatkan
kemampuan untuk berkomunikasi antar budaya. Juga tidak kalah penting
yaitu dengan membatasi keyakinan terhadap suatu stereotipe yang dapat
mengurangi kesuksesan didalam berkomunikasi antar budaya.

Teri
Kwal Gamble and Michael Gamble. “Communication Works.” 8th
ed.

My First Blog..

April 9th, 2006 by g-and-ox

Fakultas Hukum UGM, 09 April 06 21:25

Did you know what for i made this blog for the first time..

My lecture told that if i can publish my assignment in blogspot i will get

extra 10 percent for his grade..

Introduction of Communication Science, Mas Jun..

Bravo..